PERAN FISIOTERAPI DALAM PEMULIHAN STROKE
Peran Fisioterapi Dalam Pemulihan Stroke
(Sumber:
https://pin.it/1rRMMEWL7)
Pendahuluan
Stroke merupakan defisit
neurologis yang terjadi tiba-tiba disebabkan oleh gangguan vaskular berupa
kekurangan suplai oksigen ke otak yang berlangsung lebih dari 24 jam sehingga
mengakibatkan kerusakan atau nekrosis jaringan otak. Menurut World Health
Organization (WHO) stroke didefinisikan suatu gangguan fungsional otak yang
terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik fokal maupun global
yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian, disebabkan
oleh gangguan peredaran darah otak. Secara umum, stroke dibagi menjadi 2 yaitu
stroke hemoragik (pendarahan) dan non-hemoragik (penyumbatan) (Lennon et al.,
2018).
Pravelensi
Stroke adalah penyebab kematian
kedua dan penyebab kecacatan ketiga di seluruh dunia (Feigin, Norrving dan
Mensah, 2017). Prevalensi stroke (per mil) berdasarkan jenis kelamin yaitu
laki-laki 11,0 dan perempuan yaitu 10,9; berdasarkan tempat tinggal yaitu 12,6
di perkotaan dan 8,8 di pedesaan (Kemenkes, 2018). Insidensi stroke hemoragik
meningkat setelah usia 45 tahun (Van Asch et al., 2010).
Insidensi stroke meningkat 2 kali
lebih berisiko pada setiap dekade setelah 55 tahun (Roger et al., 2012).
Diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, kolesterol, obesitas merupakan
kondisi yang saling terkait dan merupakan faktor ekstrinsik atau dapat diubah
dari resiko stroke. Selain itu pola hidup buruk seperti stres, diet yang salah
dan mengkonsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang juga merupakan
faktor ekstrinsik, sedangkan faktor intrinsik atau tidak dapat diubah yaitu
umur, jenis kelamin, keturunan, dan ras (ADA, 2014; Sakakibara et al., 2017).
Intervensi
Peran fisioterapi sangat berperan penting terhadap pasien stroke sesuai
dengan tahapan kondisinya baik dalam masa perawatan di rumah sakit maupun masa
pemulihan dengan tujuan untuk mencapai kemampuan fungsional secara optimal dan
mandiri. Secara umum, problematik fisioterapi pada pasien stroke yaitu
hemiparese atau hemiplegi anggota gerak, gangguan sensorik, depresi, postural
alignment/postural control, gangguan keseimbangan, gangguan pola berjalan, dan
gangguan kemampuan fungsional serta aktivitas sehari-hari.
Untuk mengatasi problematik tersebut, salah satu tindakan fisioterapi pada
pasien stroke yaitu terapi latihan atau exercise therapy tujuan mencegah
kerusakan fungsi, mencegah faktor resiko kesehatan, mengoptimalkan status
kesehatan dan kebugaran serta meningkatkan kemampuan fungsional. Selain terapi
latihan yang digunakan adapun intervensi fisioterapi dengan Motor Relearning
Program (MRP) lebih efektif dalam mencegah timbulnya apatis (pengabaian)
paska stroke. MRP dapat membantu dalam pembelajaran kontrol motorik untuk
meningkatkan ADL, ambulasi dan peningkatan kemandirian lebih awal karenakan
metode MRP melibatkan dan memperkenalkan rutinitas normal sehari-hari atau
tugas harian.
Terapi latihan memberikan pengaruh pada tubuh pasien stroke seperti pengaruh fisiologis dan pengaruh terapeutik. Pengaruh fisiologis berpengaruh terhadap otot yaitu menjaga fisiologis otot, meningkatkan temperatur otot, meningkatkan kontraksi dan kekuatan otot sehingga meningkatkan muscle pump yang menjadikan suplai oksigen dan nutrisi serta mengangkut sisa metabolisme lebih lancar. Pengaruh terhadap kardiovaskuler yaitu peningkatan volume darah berupa peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, vasodilatasi arteri dan kapiler serta sirkulasi vena. Pengaruh terhadap respirasi yaitu mempengaruhi pusat pernapasan yang mengarah pada peningkatan frekuensi pernapasan akibat kebutuhan oksigen, dan peningkatan VO2max. Pengaruh terhadap sistem saraf yaitu meningkatkan produksi adrenalin dan memberikan stimulasi atau informasi pada otak dengan gerakan pola fungsional yang benar dan berulang dikarenakan dapat membantu proses neuroplastisitas. Pengaruh terapeutik seperti memelihara dan meningkatkan lingkup gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan daya tahan, meningkatkan koordinasi, memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan dan meningkatkan kemampuan fungsional.
Penutup
Stroke merupakan defisit neurologis yang terjadi tiba-tiba disebabkan oleh
gangguan vaskular berupa kekurangan suplai oksigen ke otak yang berlangsung
lebih dari 24 jam sehingga mengakibatkan kerusakan atau nekrosis jaringan otak.
Fisioterapi memiliki peran penting dalam pemulihan stroke dengan menggunakan
terapi latihan dan Motor Relearning Program (MRP). Terapi latihan
juga memberikan pengaruh fisiologis dan terapeutik yang baik pada pasien
stroke.
Referensi:
Balgis Balqis, S. S. (2022). JURNAL KESEHATAN
MASYARAKAT .
Debora
Krisnawati, L. A. (2021). Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia.
Nasution, L. (2013). STROKE NON HEMORAGIK PADA
LAKI-LAKI USIA 65 TAHUN.
Pribayu Eka
Aditya, M. N. (2022). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Non-Hemorrhagic.
Komentar
Posting Komentar