STRATEGI FISIOTERAPI UNTUK MENGATASI CEDERA PADA ATLET SEPATU RODA DENGAN DO PRICE DONT HARM
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
ABSTRAK
Cedera adalah salah satu hal yang menakutkan bagi seorang atlet dalam dunia
olahraga. Cedera dapat menghapus bakat dan konsistensi performa yang telah di
bangun, cedera olahraga terjadi akibat ketidakmampuan jaringan seperti otot,
persendian, tendon dan ligamen. Tujuan: untuk mengidentifikasi isu-isu penting
terkait strategi yang efektif untuk mengatasi cedera pada atlet sepatu roda dengan
metode PRICE, Sepatu roda merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup
populer. Namun, olahraga sepatu roda memiliki resiko cedera yang tinggi.
Fisioterapi memiliki berbagai manfaat dalam membantu mengatasi cedera pada
atlet, mulai dari cedera ringan hingga cedera berat. Kesimpulanya: memahami
langkah-langkah strategi penanganan pada cedera olahraga sepatu roda dengan
metode Do PRICE Dont HARM sangat penting, atlet dapat mengambil langkah
preventif untuk mengurangi risiko cedera.
Kata kunci: Cedera , Fisioterapi, HARM, Olahraga, Sepatu roda, PRICE
Olahraga sepatu roda, semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja karena popularitasnya yang meningkat. Aktivitas yang melibatkan gerakan cepat dan berbelok meningkatkan risiko jatuh dan cedera (Bambang Priyonoadi YBD, 2024 Feb 6). Cedera sering terjadi pada atlet sepatu roda, terutama pada pergelangan kaki dan area sekitarnya (Konings MJ, Sports Med. 2015). Data empiris menunjukkan bahwa keseimbangan dinamis, kekuatan otot, dan stabilitas pergelangan kaki sangat penting untuk kemampuan atlet sepatu roda. Cidera berulang dapat menghambat karir atlet dan mengurangi mobilitas mereka karena ketidakstabilan pergelangan kaki (PELATDA JATENG, 2022 Apr 20). Cedera juga bisa terjadi saat latihan atau dalam waktu melakukan pemanasan yang kurang di perhatikan, Tingginya tingkat cedera pada atlet tergantung penggunaan alat keamanan atau pelindung diri (elbow pad dan knee pad) yang kurang kesadaran untuk memakainya.
- Protection: Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan brace atau penyangga, elastic bandage dan semacamnya yang dapat melindungi pergelangan agar tetap stabil.
- Rest: Hentikan aktivitas yang berpotensi memperparah cedera, minimal 48-72 jam rest.
- Ice: Gunakan es yang di balut kain untuk mengompres area yang cedera, lakukan rutin 15-20 menit setiap tiga jam selama masa akut, Pemberian es mengatasi pembekakan dengan vasokontriksi (penyempitan pembuluh darah).
- Compression: Lakukan balutan pada area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan, gunakan elastic bandage, jangan terlalu kendor dan jangan terlalu kencang.
- Elevation: Elevasi atau mengangkat bagian yang cedera dapat membantu untuk mengurangi pembekakan dengan bantuan gravitasi, disarankan agar pengangkatan dilakukan lebih tinggi dari jantung untuk memudahkan aliran darah kembali ke jantung.
- Heat: Hindari kompres atau merendam kaki yang cedera dengan air hangat.
- Alcohol: Jangan meminum alkohol karena berisiko meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.
- Running: Hentikan aktivitas yang akan memperparah kerusakan ligamen, termasuk berlari dan olahraga lainya.
- Massage: Jangan dipijat, dapat menambah risiko pembengkakan dan pendarahan.

Komentar
Posting Komentar