PERAN STRATEGIS FISIOTERAPI PADA PREVENTIF, PROMOTIF, DAN REHABILITATIF UNTUK OPTIMALISASI GERAK DAN FUNGSI ATLET E-SPORT

 

Oleh: Aditya Rahmat Fajar Universitas Muhammadiyah Surakarta

        E-sport merupakan olahraga  yang populer di kalangan generasi muda saat ini. Menurut rifki, 2022 dalam penelitianya melaporkan Jumlah pemain e-sport di Indonesia  mencapai sejumlah 52 juta orang pada tahun 2021. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan industri e-sport yang pesat dan menarik perhatian jutaan orang dari segala usia dan latar belakang. Fenomena ini menjadi pertanda semakin populernya olahraga e-sport di Indonesia. Indonesia telah menjadi salah satu basis utama e-sport di Asia Tenggara, membuka peluang besar bagi pengembangan bakat lokal, ajang turnamen, dan peluang pendanaan di industri hiburan digital yang berkembang pesat. 

        Atlet e-sport melakukan berbagai aktivitas yang ditentukan oleh pelatih, seperti latihan fisik, pertandingan antarklub, dan pertandingan sesuai jadwal. Menurut Clements,2022 sekitar 40% pemain tidak melakukan latihan fisik yang cukup. Sehingga cedera yang paling sering terjadi pada atlet adalah cedera tangan, pergelangan tangan, punggung dan leher. Menurut DiFrancisco-Donoghue,2020 Atlet profesional rutin berlatih 4-10 jam sehari atau 8-10 jam sehari sebelum turnamen.

        Atlet e-sport menghadapi risiko cedera muskuloskeletal yang dapat berdampak serius pada kesehatan mereka seperti nyeri, kelelahan, dan ketidakmampuan melakukan aktivitas normal.  Oleh karena itu, penting bagi atlet untuk memahami risiko ini dan mengambil tindakan pencegahan dan terapi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan muskuloskeletal, bisa mengakibatkan cedera pada bagian tubuh seperti Low Back Pain ,De quervain syndrome dan  Nyeri leher myofascial 

        Menurut Rewasan dkk., 2022 Salah satu potensi cedera adalah Low Back

Pain, Low Back Pain dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti aktivitas fisik yang buruk dan gangguan muskuloskeletal. Duduk dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan otot berkontraksi terus menerus menyebabkan rasa sakit dan kelelahan otot. Menurut rahmat 2019 Otot-otot diareah vertebra  seperti otot erector spinae,multifidus,quadratus lumborum dan otot lainya bekerja lebih keras karena harus menjaga posisi normal. Atlet yang bermain game online sambil duduk sering mengalami ketegangan otot punggung bagian bawah, kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam e-sport, fisioterapi membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan mobilitas tulang belakang melalui teknik peregangan dan penguatan.

         Kesehatan atlet sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh selama bertanding. Dalam e-sport gerakan cepat sangat dibutuhkan seperti posisi tangan dan jari, gaya pada keyboard, mouse, kecepatan gerakan jari, dan karakteristik kecepatan tertentu. Namun aktivitas ini mengakibatkan De quervain syndrome, yang muncul akibat adanya pembebanan yang berlebihan atau trauma langsung pada tendon extensor pollicis brevis dan tendon abductor pollicis longus. Memainkan game online sering terjadi posisi tangan yang tidak ergonomis dengan waktu lama, sehingga terjadi korelasi yang signifikan dengan terjadinya risiko de quervain syndrome.

        Permasalahan nyeri leher myofascial paling sering menyerang otot upper trapezius, disebabkan oleh tubuh yang tidak ergonomis dan penggunaan ponsel dalam waktu lama. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan otot. Menurut Diana,2007 pemain e-sport sering bermain di depan komputer selama 10-12 jam/harinya. Sehingga, menjadi wajar jika pemain e-sport mengeluhkan adanya nyeri leher. Nyeri leher myofascial terjadi pada otot upper trapezius dengan ciri yaitu adanya trigger point pada spasme otot. Provokasi nyeri pada trigger point otot upper trapezius dapat menyebabkan refleks kejang atau jump sign pada otot tersebut.    

        Fisioterapi memiliki peluang untuk meningkatkan kemampuan fisik dan fungsional pada atlet e-sport, seperti meningkatkan kesehatan fisik, meningkatkan fungsi otot, dan meningkatkan performa atlet. Kegiatan fisioterapi ini meliputi berbagai bentuk latihan,latihan aktif adalah latihan yang meningkatkan kondisi otot, kekuatan dan kelenturan sendi,penguatan adalah Latihan yang meningkatkan kekuatan otot, latihan fungsional adalah latihan yang meningkatkan kemampuan fungsional, seperti kelincahan pada pemain e-sport. Dengan bantuan program fisioterapi ini, para atlet dapat meningkatkan kebugaran fisiknya, mengoptimalkan performa dan mengurangi risiko cedera diakibatkan  intensitas bermain yang tinggi.

         Fisioterapi dapat memberikan instruksi pelatihan spesifik untuk atlet esport. Faktor kebugaran memiliki efek yang berbeda dan lebih kecil terhadap stabilitas inti dan daya tahan otot. Stabilitas inti sangat mempengaruhi pergerakan tubuh bagian atas dan bawah, serta kekuatan bahu dan kesehatan punggung. Selain itu, permasalahan postur juga dapat diatasi dengan latihan dan penyesuaian ergonomis. Tim fisioterapi dapat memodifikasi durasi latihan dan perubahan ergonomis sesuai kebutuhan atlet. 

        Fisioterapi dapat melatih atlet e-sport dalam latihan fisik untuk pencegahan cedera, dengan fokus pada stabilitas dan daya tahan otot yang mempengaruhi performa. Prinsip Frequency, Intensity, Time, dan Type (FITT) digunakan dalam merencanakan sesi pelatihan yang tepat. Dalam e-sport, Berdasarkan hasil pendataan berbagai media terkait atlet e-sport, 77,8% atlet berlatih lebih dari 100 jam dalam seminggu sehingga pemantauan dan pengelolaan latihan sangat penting untuk menghindari resiko cedera. Mempertimbangkan prinsip FITT seseorang dapat secara efektif merencanakan dan melaksanakan latihan untuk mencapai tujuan kesehatan dan kinerja yang optimal. Menurut Raul Ramirez, Bersama McGe 28 Juli 2020 penting untuk mengukur kemampuan atlet terlebih dahulu. Latihan yang terencana dan terstruktur sangat penting untuk mengembangkan kebugaran jasmani seorang atlet.  

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Sa'bantoro, A. F. (2023). Hubungan forward head posture dengan kejadian neck pain, spasme dan nyeri otot upper trapezius pada atlet esports di Kota Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). 

Dirgantara, HB, Marselino, TL, & Kurniawati, YE (2023). Kajian Literatur Kurikulum E-sport dan Perkembangan Industri Game. KALBISCIENTIA Jurnal Sains dan Teknologi , 10 (1), 7-13. 

Yuliawan, D., & Bekti, R. A. (2021). Legitimasi Esports dalam Kecabangan Olahraga: Studi Literature Review. Jurnal Literasi Olahraga, 2(2), 90-95. 

Dirgantara, H. B., Marselino, T. L., & Kurniawati, Y. E. (2023). Kajian Literatur Kurikulum E-sport dan Perkembangan Industri Game. KALBISCIENTIA Jurnal Sains dan Teknologi, 10(1), 7-13. 

Ratmawati, Y., & Kusumawati, Y. R. (2022, July). Hubungan Lama Duduk terhadap Keluhan Nyeri Leher Myofascial pada Pemain E-Sport. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Keolahragaan (Vol. 2, No. 1, pp. 6-10).

Prafitri, L. D., Afkan, I. A., & Prasojo, S. (2023). Faktor Risiko Kejadian De Quervain Syndrome pada Pemain Game Online Mobile Legends Bang

Bang. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(2), 83-91.

 Zakiya Musta'idah, I., Wijianto, S. S. T., & Or, M. (2019). Penatalaksanaan Active Exercise, Strengthening, dan Functional Exercise untuk Meningkatkan Lingkup Gerak Sendi Proximal Interphalang pada Kasus Post Operasi Transfer Tendon Dextra Et Causa Claw Hand di Unit Rehabilitasi Kusta RSUD Kelet Provinsi Jawa Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah

Surakarta). 

Rewasan, RBH, Endaryanto, AH, Priasmoro, DP, & Abdullah, A. (2022). Hubungan Durasi Bermain Game Online Dengan Tingkat Nyeri Punggung Bawah Pada Komunitas E-Sport. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah , 7 (1).

Hadiyanto, E., & Nuryadin, A. (2023). DAMPAK LATIHAN INTENSIF ATLET ESPORT MOBILE LEGENDS SELAMA 6 JAM SEHARI. Journal of

Sport Science and Tourism Activity (JOSITA), 2(2), 1-6. 

Sa’Bantoro, A. F., & Hasyar, A. R. A. (2023). Hubungan forward head posture dengan kejadian   spasme otot upper trapezius pada atlet esports di Kota Makassar. Jurnal Sport Science, 13(1), 6-13. 

Sa'bantoro, A. F. (2023). Hubungan forward head posture dengan kejadian neck pain, spasme dan nyeri otot upper trapezius pada atlet esports di Kota Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). 

Oliviani, M. (2023). Hubungan antara Aktivitas Latihan Bermain Game Online dengan Gangguan Aktivitas Fungsional akibat Nyeri Punggung Bawah pada Atlet Mobile Esports di Kota Makassar= Correlation between Training Activities Playing Online Games and Functional Activity Distrubances due to Low Back Pain in Mobile Esports Athletes in The City of Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). 

SITOMPUL, S. R. (2022). Pengembangan model latihan fisik atlet e-sport (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA).  

Wahyuni, D. (2023). TANTANGAN DAN PELUANG ESPORTS DALAM KEOLAHRAGAAN NASIONAL. Kajian, 25(4), 341-353. 

Lubis, S. R. H. (2022). Pengukuran Faktor Psikososial terhadap Stres Kerja Pada Penjahit Konveksi Home Industry. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(02), 101-110. 

Harianda, D., & Lupiya, P. A. G. (2023). Manajemen Kesehatan Atlet ESports. Cermin Dunia Kedokteran, 50(8), 447-450. 

Mustafa, P. S. (2017). Pembelajaran Pertolongan Pertama dan Pencegahan Perawatan Cedera Olahraga (PP & PPCO) Berbasis Blended Learning.

Pascasarjana Universitas Negeri Malang. 

Sinatra, F., & Rochmania, A. (2022). Gangguan kesehatan pada atlet e sport JATIM divisi mobile legends. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(6), 89-97. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI FISIOTERAPIS TANPA HARUS LULUS PENDIDIKAN FISIOTERAPI?

SERTIFIKASI LINTAS PROFESI

OKNUM FISIOTERAPIS OLAHRAGA ABAL-ABAL : MENGENCAM PERFORMA ATLET DAN PROFESI FISIOTERAPI INDONESIA