PERAN FISIOTERAPIS DALAM CEREBRAL PALSY FOOTBALL (CP FOOTBALL)
Oleh : Yudha Wirajati, Niken Juniar Putri
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Universitas Muhammadiyah Surakarta
CP football atau cerebral palsy football adalah salah satu cabang olahraga
paralimpik yang dirancang khusus untuk atlet dengan cerebral palsy atau dengan
gangguan neurologis (IFCPF). Menurut Patel, dkk 2020 cerebral palsy (CP) adalah
gangguan gerakan karena perkembangan otak yang tidak normal atau cedera pada
otak yang sedang berkembang, biasanya sebelum lahir. Kondisi ini mempengaruhi
kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjaga keseimbangan serta postur
tubuh. Dalam konteks ini, peran fisioterapi menjadi sangat penting untuk
mendukung atlet CP football.
Fisioterapi adalah bidang yang berfokus pada pemulihan dan peningkatan
fungsi fisik melalui berbagai metode, termasuk latihan, terapi manual, dan edukasi
pasien. Bagi atlet cerebral palsy football, fisioterapi memainkan peran penting
dalam mendukung performa mereka. Peran fisioterapis meliputi:
- Classifier. Seperti halnya olahraga aralimpik lain, CP football juga melibatkan klasifikasi pemain berdasarkan tingkat dan bentuk gangguan fisik yang mereka alami. Pemain diklasifikasikan dalam kelas kompetisi berdasarkan sejauh mana gangguan kontrol motorik yang memengaruhi kinerja keterampilan dalam sepak bola (Reina dkk, 2020). CP football dimainkan oleh para-atlet dengan kriteria gangguan ataksia, hipertonia, atau atetosis (Umar 2020). Gangguan mereka berkaitan dengan sendi, tulang, dan otot (Pertiwi 2019). Namun orang yang memiliki gangguan neuromuskuler mirip CP yang diakibatkan oleh cidera otak seperti stroke atau trauma pada kepala, juga dapat masuk kedalam klasifikasi. Oleh karena itu fisioterapis berperan sebagai selektor untuk menyaring individu. Agar dapat diklasifikasikan sebagai individu yang bisa berkompetisi pada CP football.
- Profesional Fisioterapis. Selain menjadi classifier atlet, seorang fisioterapis juga berperan sebagai tenaga medis prosfesional. Fisioterapis membantu mengawasi kondisi atlet sebelum, ketika, dan pasca pertandingan. Peran fisioterapi meliputi :
- Prehabilitasi dan mencegah cidera. Prehabilitasi merupakan program yang digunakan oleh fisioterapi di seluruh dunia untuk satu tujuan sederhana yaitu, mencegah cidera (Lundberg dkk, 2019). Prehabilitasi adalah sebuah program yang disesuaikan dengan kondisi atlet untuk melatih tingkat kebugaran fisik (conditioning) atlet, sehingga lebih tahan terhadap stres fisik sekaligus mencegah cidera (Linton dkk, 2022). Ini sangat relevan dengan atlet CP football karena mereka punya resiko tinggi mengalami cidera. Akibat gangguan koordinasi gerak tubuh yang disebabkan oleh permasalahan saraf dan otot yang mereka alami.
- On field Treatment (penanganan lapangan). Dalam kompetisi olahraga seringkali terjadi keadaan darurat medis. fisioterapis berperan dan bertanggung jawab dalam hal tersebut, baik dalam pertandingan maupun pada sesi latihan (UMSIDA 2023). Fisioterapis dituntut cepat dan tanggap dalam mendukung performa atlet di lapangan. On-field treatment berbeda dengan pendekatan rehabilitasi di rumah sakit karena harus cepat dan tepat dalam keadaan darurat. Fisioterapis memberikan perawatan darurat segera kepada atlet yang cedera ataupun mempersiapkan atlet sebelum pertandingan untuk meningkatkan performa dan mengurangi resiko cedera. Namun, fisioterapi juga mampu memberikan rehabilitasi singkat bagi atlet yang mengalami cedera agar bisa melanjutkan pertandingan.
- Rehabilitasi. Rehabilitasi adalah tindakan yang bertujuan untuk memulihkan fungsi tubuh yang bermasalah (WHO 2024). Fisioterapi akan memberikan rehabilitasi kepada atlet CP football yang mengalami cidera. Rehabilitasi yang diberikan oleh fisioterapi harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi atlet. Agar kondisi fisik atlet bisa segera pulih pasca cedera.
- Kolaborasi. Peran fisioterapis dalam CP football sering kali melibatkan kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, termasuk dokter, dan pelatih olahraga. Kerja sama ini memastikan pendekatan menyeluruh dalam mendukung kesehatan dan performa atlet. Pelatih olahraga bekerja sama dengan fisioterapis untuk mengintegrasikan latihan dan terapi ke dalam rutinitas latihan, sementara dokter memantau kondisi medis yang mungkin memengaruhi kemampuan atlet untuk berlatih dan bermain.
DAFTAR PUSTAKA
IFCPF. n.d. “What Is CP Football?” IFCPF. https://www.ifcpf.com/what-is-cp
football.
Linton, Linda, Morag Barr, and S Valentin. 2022. “Prehabilitation for
Recreational Runners: Motivators, Influencers, and Barriers to Injury
Prevention Strategies for Running-Related Injury.” Journal of Sport
Rehabilitation 31 (February): 1–10. https://doi.org/10.1123/jsr.2021-0364.
Lundberg, Mari, Kristin R. Archer, Caroline Larsson, and Elisabeth Rydwik.
2019. “Prehabilitation: The Emperor’s New Clothes or a New Arena for
Physical Therapists?” Physical Therapy 99 (2): 127–30.
https://doi.org/10.1093/ptj/pzy133.
Patel, Dilip R., Mekala Neelakantan, Karan Pandher, dan Joav Merrick. 2020.
“Cerebral Palsy in Children: A Clinical Overview.” Translational Pediatrics
9 (1): S125–35. https://doi.org/10.21037/tp.2020.01.01.
Pertiwi, A R. 2019. “Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Bagi Peserta
Didik Dengan Hambatan Kecerdasan Kelas VIII Di SLB-C Sukapura
Bandung.” Universitas Pendidikan Indonesia.
http://repository.upi.edu/id/eprint/42522.
Reina, Raúl, Aitor Iturricastillo, Daniel Castillo, Tomás Urbán, and Javier Yanci.
2020. “Activity Limitation and Match Load in Para-Footballers with
Cerebral Palsy: An Approach for Evidence-Based Classification.”
Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports 30 (3): 496–504.
https://doi.org/10.1111/sms.13583.
Umar, Fadilah. 2020. “Pengaruh Model Latihan UMAC-CPF Dalam
Meningkatkan Kelincahan Pemain Sepakbola Cerebral Palsy Indonesia.”
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran 6 (2): 439–48.
https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v6i2.14256.
UMSIDA. 2023. “Berkontribusi Dalam Event Internasional, Dosen Fisioterapi
Umsida Menjadi Tenaga Medis Dalam Indonesia International Challenge
Dan Indonesia Master 2022.” UMSIDA. 2023.
https://fisioterapi.umsida.ac.id/berkontribusi-dalam-event-internasional
dosen-fisioterapi-umsida-menjadi-tenaga-medis-dalam-indonesia
international-challenge-dan-indonesia-master-2022/.
WHO. 2024. “Rehabilitation.” WHO. 2024. https://www.who.int/news-room/fact
sheets/detail/rehabilitation.
Komentar
Posting Komentar