OSTEOARTHRITIS : MENYELAMI TANTANGAN KESEHATAN YANG MEMBAYANGI DEWASA MUDA
Apriliyan Yunita Sari
Farras putri Khairiyah
Universitas Aisyiyah Surakarta
- Kesehatanlah kekayaan
yang nyata, Bukan keping emas dan perak- Mahatma Gandhi
Seiring dengan perkembangan
zaman, manusia juga mengalami perubahan yang sangat besar dari segi pola dan
gaya hidup, Kemudian pengaruh dari perubahan
gaya hidup tersebut memiliki dampak negatif seperti pola makan yang
tidak terkontrol karena kemudahan akses untuk mendapatkan jenis makanan yang
bervariatif dan kurangnya aktifitas fisik sehingga menyebabkan obesitas yang
juga menjadi salah satu patologi osteoarthritis.
Secara patologis osteoarthritis hanya dapat dialami oleh usia 50 ke atas atau
biasa disebut lansia, namun seiring dampak perubahan gaya hidup yang negatif,
osteoarthritis dapat menyerang dewasa muda.
Osteoarthritis merupakan suatu
penyakit di mana lapisan tulang rawan sendi menipis. Ketika tulang rawan sendi
rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan akan
saling bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga gerakan sendi
menjadi terbatas (kaku) dan menimbulkan rasa nyeri. Osteoarthritis sering kali berhubungan dengan penuaan, stres
mekanis, atau gangguan metabolisme. Osteoarthritis
sekarang dipahami sebagai penyakit yang menyerang seluruh sendi. Hal ini
ditandai dengan nyeri sendi, kekakuan, dan penurunan fungsi, terutama menyerang
lutut, pinggul, dan tangan.
Osteoartritis secara
tradisional dianggap sebagai penyakit pada usia lanjut, osteoarthritis pinggul dan
lutut dapat dan memang menyerang orang dewasa muda, dengan dampak besar pada
kesejahteraan psikososial dan kapasitas kerja. Obesitas dan riwayat cedera
lutut traumatis (misalnya, ruptur ligamen anterior dan/ atau robekan meniskus)
merupakan faktor risiko utama yang mempercepat perkembangan osteoarthritis lutut, sedangkan kelainan
struktural pinggul (termasuk yang berkontribusi terhadap sindrom pelampiasan
femoroacetabular) merupakan prediktor kuat terjadinya osteoarthritis lutut.
Data internasional dari studi Global Burden of Disease (GBD)
menunjukkan bahwa prevalensi osteoarthritis
lutut mencapai puncaknya pada usia 50 tahun, sedangkan prevalensi osteoarthritis pinggul terus meningkat
seiring bertambahnya usia. Data GBD terbaru menunjukkan bahwa pada kelompok
usia muda ini terdapat 2,4 juta tahun penderita osteoarthritis.
Penyebab
terjadinya osteoartritis di usia muda,
dapat diakibatkan karena aktivitas fisik berlebihan. Aktivitas
fisik berlebihan yang berhubungan dengan pekerjaan seperti duduk terlalu lama.
Kedua yaitu trauma, trauma yang terjadi di daerah sendi dapat mengakibatkan
ostheoarthritis di masa yang akan datang. Ketiga adalah kelebihan berat badan
dan obesitas, kelebihan kekuatan atau beban sendi dapat menyebabkan
osteoartritis pada remaja. Dan yang terakhir yaitu Genetik, faktor genetik
berperan sebanyak 50% meningkatkan risiko osteoartritis pada usia muda.
Salah satu pengobatan yang dapat
dilakukan bagi penderita OA diantaranya melakukan intervensi non farmokologi
yang disarankan antara lain olahraga. Seperti olahraga berjalan, bersepeda,
relaksasi yang dapat memperbaiki fungsi sendi dari kerusakan dengan mengurangi
stres pada sendi, mencegah kecacatan dan meningkatkan kebugaran jasmani
(Marliana, 2015). Latihan olahraga tersebut dapat dikombinasikan dengan
melakukan Senam Yoga. Secara ilmiah, ritual olah fisik yoga terbukti mampu
memperbaiki, memperkuat serta memaksimalkan fleksibilitas otot, disinilah yoga
memiliki perbedaan dengan konsep aktivitas olah fisik lain, karena mampu secara
nyata menggabungkan unsur psikologis-fisiologis (Lebang, 2016).
Osteoarthritis tak jarang menjadi salah satu topik yang sangat menakutkan ketika menginjak lansia dari waktu ke waktu. Osteoarthritis dapat terjadi kepada lansia dan dewasa muda dikarenakan beberapa faktor. Maka hendaklah di zaman yang sudah serba maju ini manusia diharapkan dapat bijak dalam pemilihan gaya dan pola hidup sehat untuk investasi masa tua yang sejahtera.
Daftar Pustaka
Ackerman, Ilana N., dkk. Osteoartritis Pinggul Dan
Lutut Juga Menyerang Orang Yang Lebih Muda. Jurnal
Terapi Fisik Ortopedi & Olahraga Vol. 47.2 (2017): 67-79.
Nan, Kai, dkk. "Hubungan Pola Perubahan Berat
Badan Dari Usia Muda Hingga Dewasa Paruh Baya Dengan Kejadian Rheumatoid
Arthritis Dan
Osteoartritis: Studi Kohort
Retrospektif." Perbatasan Dalam
Endokrinologi Vol.14 (2024): 1308254.
Oktavia, S. N. (2019). Analisis Faktor Penyebab Nyeri
Lutut pada Remaja Penderita Obesitas.
Snoeker, Barbara, dkk. “Risiko Osteoartritis Lutut
Setelah Berbagai Jenis Cedera Lutut Pada Dewasa Muda: Studi Kohort Berbasis
Populasi.” Jurnal Kedokteran Olahraga
Inggris Vol. 54.12 (2020): 725-730.
Komentar
Posting Komentar