OLAHRAGA, PENYANDANG DISABILITAS DAN NEURALINK: TANTANGAN SEKALIGUS HARAPAN DUNIA OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI MASA DEPAN
Oleh: Dionicius Kelvin Marcelo, Ni Komang Triya Darma Cahyani
Universitas Udayana
Pernahkah kamu membayangkan dapat mengendalikan sesuatu
hanya dengan pikiran? Kini teknologi Neuralink hadir untuk mewujudkannya,
sebagai terobosan baru di dunia teknologi interaksi otak manusia dengan
perangkat elektronik secara langsung hanya dengan pikiran. Produk pertama dari
perusahaan ini dikenal dengan N1-link berupa chip yang berisi kabel panjang dan
tipis berukuran 23 mm x 8 mm dengan 1.024 elektrode, kemudian dipasang dalam
otak. Kabel dan elektrode yang terpasang akan mendeteksi sinyal saraf dan akhirnya
dikirim melalui link, sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan mesin,
bahkan mengendalikannya. (Abdjul et al, 2023) Neuralink menjadi potensi yang
sangat besar khususnya di dunia kesehatan seperti merevolusi pengobatan pada
berbagai permasalahan neurologis dan meningkatkan kemampuan kognitif
seseorang.
Sementara Neuralink memberikan sebuah potensi baru dalam
dunia kesehatan, dunia olahraga bagi penyandang disabilitas juga mengalami
sebuah perkembangan yang tak kalah menarik. Di Indonesia sendiri, Kementerian
Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membuat berbagai program untuk mendorong
partisipasi dari penyandang disabilitas di dunia olahraga. Maka dari itu,
olahraga dan aktivitas fisik bagi penyandang disabilitas terus dikembangkan
untuk menciptakan peluang dan kesempatan yang semakin baik bagi mereka.
Dengan adanya urgensi untuk terus mengembangkan olahraga
bagi penyandang disabilitas dan potensi besar dari Neuralink di dunia
kesehatan, memunculkan peluang berupa keterkaitan antara keduanya. Maka artikel
ini akan membahas lebih dalam antara hubungan, potensi, dan risiko dari produk
ciptaan Neuralink dan olahraga bagi penyandang disabilitas.
Neuralink diharapkan bisa membantu berbagai penyakit atau
gangguan neurologis seperti parkinson, epilepsi dan cedera sumsum tulang
belakang.
Terdapat penelitian-penelitian sebelumnya
yang melandasi potensi Neuralink pada gangguan seperti epilepsi dan parkinson.
Dengan potensi yang begitu besar, Neuralink terus dikembangkan sampai saat ini.
Kabar terbaru dari proses pengembangan teknologi ini adalah manusia pertama
dengan quadriplegia yang ditanamkan chip neuralink telah berhasil mengendalikan
kursor sampai bermain game seperti
Catur, Mario Kart dan game lainnya.
(Neuralink, 2024)
Gambar 1. Penderita
Quadriplegia Menggerakan Kursor dengan bantuan N1-link
Sumber: Neuralink, 2024
Berdasarkan potensi dan kemajuan Neuralink diatas, kita
disadarkan akan bagaimana besarnya peran Neuralink bagi peningkatan kualitas
hidup penyandang disabilitas di masa depan. Keterbatasan dalam fisik adalah
salah satu tantangan yang paling signifikan dihadapi oleh para penyandang
disabilitas. Maka artikel ini melihat bagaimana Neuralink dapat menjadi
tantangan sekaligus harapan bagi para penyandang disabilitas dalam meningkatkan
kualitas hidupnya dari aspek aktivitas fisik dan olahraga. Berikut adalah korelasi
dan potensi Neuralink dalam aspek aktivitas fisik dan olahraga bagi penyandang
disabilitas:
a. Memulihkan Fungsi Gerak Tubuh
Para disabilitas harus tetap berolahraga demi menjaga dan
meningkatkan kualitas kesehatannya. Namun seringkali keterbatasan masih menjadi
hambatan bagi para disabilitas untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih
bervariasi. Neuralink hadir untuk membantu meredam keterbatasan ini dengan
memulihkan kendali pada anggota gerak tubuh yang mengalami kelumpuhan.
b. Meningkatkan Fungsi Prostetik
Para disabilitas yang memerlukan fungsi prostetik atau alat
bantu dalam berolahraga biasanya hanya memanfaatkan bantuan dari otot mekanis
atau otot sisa pada bagian tubuh yang mengalami kecacatan. Dengan adanya
Neuralink, alat bantu tersebut dapat dihubungkan ke otak penggunanya, sehingga
dapat dikendalikan hanya dengan pikiran dari penggunanya saat mereka
berolahraga.
c. Meningkatkan Kesehatan Mental
Telah terbukti bahwa olahraga atau aktivitas fisik mampu
memberikan dampak baik yang signifikan pada kesehatan mental seseorang,
termasuk mengurangi kecemasan dan depresi. Maka dengan meningkatkan kemampuan
para disabilitas dalam melakukan olahraga atau aktivitas fisik, secara langsung
juga meningkatkan kesehatan mental mereka. Penyandang disabilitas juga akan
merasa lebih percaya diri karena mampu lebih mandiri dalam melakukan berbagai
hal seperti aktivitas fisik sehari-hari.
d. Memperluas Kesempatan Partisipasi dan Kompetisi Olahraga
Aspek fisik masih sering menjadi tembok besar bagi
berkembangnya kompetisi olahraga bagi penyandang disabilitas. Hadirnya
Neuralink akan menjadi perubahan besar bagi kompetisi olahraga penyandang
disabilitas seperti Paralympic. Akan ada lebih banyak jenis olahraga yang dapat
diikuti, sehingga menambah peluang dan kesempatan bagi mereka diajang
perlombaan olahraga di masa depan.
Besarnya potensi Neuralink pada penyandang disabilitas
dalam meningkatkan kualitas hidupnya dari aspek aktivitas fisik, maka Neuralink
harus melakukan pengembangan lebih dalam agar mencapai kesuksesan yang optimal.
Dibalik semua potensi dari neuralink diatas, terdapat berbagai tantangan yang
membayangi kesuksesan Neuralink di masa depan seperti masalah etis, keselamatan
dan aksesibilitas. Layaknya quotes berikut,
“When you invent the ship, you also
invent the shipwreck; when you invent the plane you also invent the plane
crash; and when you invent electricity, you invent electrocution... Every
technology carries its own negativity, which is invented at the same time as
technical progress.”
(Virilio, 1999). Penemuan sebuah teknologi baru tidak akan terhindar dari dampak
buruk yang dihasilkan. Maka dari itu, diperlukan penelitian yang mendalam serta
integrasi optimal dari berbagai pihak yang terlibat seperti pemerintah,
ilmuwan, termasuk tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, hingga
fisioterapis.
Daftar Pustaka
Abdjul, A.P., Ahmad, W.S., Matswaya,
R.A. and Rahma, F., 2023, November. Neuralink: Dampak, Tantangan, dan Potensi
di Masa Depan. In Seminar Nasional
Teknologi Informasi dan Matematika (SEMIOTIKA) (Vol. 2, No. 1, pp. 8-15).
Musk, E. (2019). An integrated
brain-machine interface platform with thousands of channels. Journal of medical Internet research, 21(10), e16194.
Neuralink. (2024) 'PRIME Study
Progress Update — User Experience' 8 Mei 2024. Tersedia di:
https://neuralink.com/blog/prime-study-progress-update-userexperience/ (Diakses
26 Juni 2024)
Wijayanti, D. G. S., Soegiyanto, S.,
& Nasuka, N. (2016). Pembinaan Olahraga Untuk Penyandang Disabilitas di
National Paralympic Committee Salatiga.
Journal of Physical
Education and Sports, 5(1),
17-23.
Komentar
Posting Komentar