MENGENAL ARITMIA DAN INTERVENSI FISIOTERAPI UNTUKNYA
Oleh
: Sherin Nada Salsabila

Sumber
: dokter sehat
Pendahuluan
Aritmia
(Arryhtmia), atau yang juga dikenal sebagai disritmia, merupakan kondisi
dimana terjadinya detak jantung yang tidak normal baik tidak berbahaya ataupun
kondisi yang . Hal ini terjadi ketika sinyal listrik yang mengontrol detak
jantung tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan detak jantung tidak
teratur. Kondisi ini dapat berupa rasa berdebar-debar yang ringan hingga
komplikasi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung. Hal ini menjadi cukup
penting bagi kita untuk memahami kondisi aritmia dan penanganannya, khususnya
di lingkup fisioterapi untuk menjaga kesehatan jantung kita.
Prevalensi
Prevalensi
aritmia cukup beragam, menyesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya.
Secara global, diperkirakan 1,5% hingga 5% populasi mengalami aritmia, dengan
fibrilasi atrium sebagai jenis yang paling umum. Di Indonesia, prevalensi
fibrilasi atrium yang terdiagnosis pada orang dewasa memiliki implikasi
nasional yang signifikan terhadap manajemen ritme dan pencegahan stroke.
Etiologi dan Gejala
Beberapa
hal yang dapat menyebabkan aritmia antara lain serangan jantung ataupun
kerusakan pada jantung yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut, penyakit
jantung koroner, tekanan darah yang tinggi, genetik, obat-obatan ataupun
kebiasaan hidup yang kurang baik seperti mengonsumsi alkohol dan kafein secara
berlebihan.
Pada
awalnya, aritmia tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun, apabila
tidak segera diberikan penanganan ataupun pengubahan gaya hidup dari
penderitanya, gejala aritmia dapat timbul dan berkembang semakin parah. Gejala aritmia yang cukup parah seperti
jantung yang berdebar, nyeri dada, pusing, atau pusing. Komplikasi yang
ditimbulkan dari aritmia ini juga dapat berupa pembekuan darah, gagal jantung,
hingga kematian jantung mendadak.
Intervensi dan Pencegahan
Dalam
kondisi ini, fisioterapi berperan penting dalam menangani aritmia dengan
meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi. Beberapa
intervensi fisioterapi yang dapat dilakukan seperti dengan meresepkan terapi
latihan, latihan aerobik, relaksasi ataupun memberikan edukasi kepada pasien
untuk mengubah gaya hidup menjadi pola hidup yang lebih sehat. Terapi Latihan
yang dapat diberikan kepada penderita aritmia salah satunya adalah dengan
melakukan peregangan (Stretching) yang bermanfaat untuk meningkatkan
fleksibitas pada otot jantung sehingga dapat mengurangi resiko aritmia. Latihan
Aerobik seperti berjalan kaki ataupun bersepeda juga bermanfaat untuk
meningkatkan denyut jantung dan memperkuat otot-otot pada tubuh. Aktivitas yang
meningkatkan denyut jantung, seperti berjalan kaki atau bersepeda, dapat
membantu memperkuat jantung. Selain itu, latihan kekuatan dengan pembebanan
ringan juga dapat dikombinasikan guna meningkatkan kesehatan jantung secara
keseluruhan. Teknik relaksasi dan breathing exercise pun bermanfaat
untuk relaksasi otot secara progresif sehingga dapat menurunkan resiko aritmia
serta mengelola stres. Pasien juga perlu untuk diberikan edukasi untuk
melakukan perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, diet sehat dan gizi
seimbang, serta pola tidur yang teratur.
Untuk
mencegah aritmia, diperlukan gerakan hidup sehat serta pengelolaan kondisi
fisik seseorang apabila ia memiliki resiko. Salah satu cara untuk mencegah
kondisi aritmia adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai
bentuk deteksi dini serta merumuskan penanganan yang lebih efektif. Pengetahuan
dan pemahaman terkait denyut jantung normal penting untuk diketahui guna
mengenali ketidakteraturan denyut jantung yang terjadi saat memantau denyut
jantung secara berkala. Terakhir, membatasi zat pemicu aritmia seperti kafein
dan nikotin yang dikonsumsi secara berlebihan juga membantu dalam mengurangi
risiko aritmia.
Kesimpulan
Aritmia suatu kondisi di
mana terjadinya irama jantung tidak normal. Kondisi ini lazim terjadi pada
sebagian kecil populasi global, dengan fibrilasi atrium sebagai kasus yang
paling umum terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti serangan
jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Intervensi untuk menangani
aritmia meliputi peregangan, latihan aerobik, latihan pernapasan, dan perubahan
gaya hidup. Pemeriksaan fisik secara teratur dan memahami irama jantung yang
normal sangat penting untuk menangani aritmia.
Referensi :
2014 Indonesian Heart Association Guidelines of Management of Atrial Fibrillation. (n.d.). Indonesian Journal of Cardiology. Retrieved July 14, 2024, from https://ijconline.id/index.php/ijc/article/view/398
Statement from the Asia Summit: Current state of arrhythmia care
in Asia.
(2023, September 27). NCBI. Retrieved July 14, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10685152/
Arrhythmias. (2023, June 5). PubMed. Retrieved July 14, 2024, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32644349/
Sumber gambar :
https://doktersehat.com/penyakit-a-z/aritmia-2/
Komentar
Posting Komentar