BOM WAKTU CEDERA DI BALIK LAYAR ESPORT : KAPAN FISIOTERAPI BERTINDAK?
Oleh: Ajeng Adela Selandani dan Samiyem
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Esport menjadi
cabang olahraga yang sangat populer baru-baru ini. Banyak sekali event pertandingan esport dari skala nasional hingga internasional. Salah satu contoh event skala nasional seperti piala
presiden 2019 dan skala internasional seperti Liga Call of Duty 2016, kejuaraan The International 8, Kejuaraan Dota 2 Asia, dan Kejuaraan Dunia League of Legends 2018. Esport menarik minat dari berbagai
kalangan, dari remaja hingga dewasa, terutama pria. Di Asia jumlah pemain esport pada tahun 2019 yaitu 64,67% dari
total pemain di dunia, yang mencapai 778 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa esport telah menjadi bagian penting dari
budaya permainan modern.
Di balik minat terhadap esport
yang meningkat pesat, olahraga ini dapat menyebabkan berbagai masalah
fisik. Para pemain esport sering kali
menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan fisik karena duduk dalam waktu
yang lama sehingga timbul masalah, seperti low
back pain dan kifosis. Hal ini terjadi karena para pemain esport mempertahankan posisi postur yang
tidak ergonomis sehingga pada atlet esport
memiliki postur yang jauh lebih buruk daripada non atlet. Atlet esport juga rentan terkena cedera
tangan, seperti carpal tunnel syndrome dan
dequirvein syndrome. Oleh sebab itu,
perhatian ekstra sangat diperlukan terhadap manajemen postur dan kesehatan
fisik pada komunitas esport.
Realitanya, studi terkait aktivitas esport dan dampaknya terhadap masalah fisik mengambil sampel yang
umumnya dari remaja non-atlet esport profesional.
Mayoritas penelitian hanya memfokuskan pada durasi dan frekuensi bermain,
sedangkan penelitian yang mendalami keseluruhan aktivitas, termasuk frekuensi,
intensitas, dan durasi, masih sangat terbatas. Ini menjadi informasi penting
bagi fisioterapi, yang memiliki peran krusial dalam mengurangi risiko cedera,
mencegahnya, melakukan intervensi, dan rehabilitasi, terutama dalam konteks
olahraga elektronik. Dengan kurangnya penelitian yang menyelidiki secara
komprehensif terkait semua aspek aktivitas saat bermain game online dan dampak yang ditimbulkan, diperlukan penelitian
lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
Sejalan linear dengan Keputusan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/1077/2024 yang tercantum dalam daftar keterampilan fisioterapi pada poin terapi latihan 131 sampai 176, fisioterapi sebagai tenaga kesehatan memiliki peran dalam menyelesaikan permasalahan fisik pada atlet esport. Bentuk pelayanan yang diberikan oleh fisioterapi adalah latihan kontrol postur, massage, dry needling, neuromuskular dan Myofascial Release Therapy (MRT) terkait dengan gerak dan fungsi. Fisioterapi memegang peran krusial dalam menangani permasalahan pada esport, apabila atlet esport tidak ditangani maka akan menyebabkan permasalahan penyakit yang lebih kompleks khususnya pada postur. Upaya preventif dan edukasi sangat perlu dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pada esport.
Studi yang dilakukan oleh Peake et al., 2021 menunjukkan bahwa pendekatan menyeluruh dari promotif hingga kuratif terhadap kesehatan fisik, termasuk fisioterapi, dapat meningkatkan kinerja secara keseluruhan bagi pemain esport. Pemberian edukasi kepada pemain esport mengenai manfaat fisioterapi preventif menjadi langkah penting dalam memastikan kesehatan mereka tetap terjaga di tengah lingkungan permainan yang sering kali menuntut tingkat intensitas dan kompetitif yang tinggi. Di samping itu, adanya perawatan fisioterapi secara teratur juga dapat memperpanjang karier pemain esport dalam dunia kompetitif dan menjaga kebugaran jangka panjang. Peran aktif fisioterapi ini dapat meningkatkan performa dan kesehatan pemain esport.
Namun, belum ada standar protokol yang secara spesifik
dirancang untuk pemain esport sehingga
peran aktif fisioterapi belum maksimal. Solusi dapat dilakukan dengan melakukan
adaptasi prinsip-prinsip fisioterapi yang telah terbukti efektif dalam olahraga
lain, yang melakukan aktivitas dengan posisi duduk jangka panjang. Dengan
demikian, protokol fisioterapi yang spesifik untuk pemain esport belum sepenuhnya mapan, literatur dan penelitian yang ada
memberikan landasan yang penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam upaya
mencegah cedera dan mempertahankan kesehatan mereka. Hal ini dapat menjadi
dasar dalam pengembangan protokol yang lebih spesifik dari segi efektivitas
intervensi fisioterapi maupun identifikasi faktor risiko dan strategi
pencegahan yang lebih efektif.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat
diusulkan untuk meningkatkan peran fisioterapi dalam mendukung kesehatan dan
kinerja pemain esport, harus
didasarkan pada literatur dan penelitian yang sudah ada. Meskipun masih
diperlukan lebih banyak penelitian dan pengembangan untuk memaksimalkan peran
fisioterapi dalam esport, literatur
yang ada menunjukkan bahwa integrasi fisioterapi dalam perawatan rutin dapat
memberikan manfaat signifikan dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan performa
pemain esport.
Penting untuk meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang
peran penting fisioterapi di kalangan pemain esport, manajer tim, dan pelatih. Fisioterapi bisa menyediakan
informasi yang jelas tentang manfaat fisioterapi dalam mencegah cedera dan
meningkatkan performa dapat membantu mengubah paradigma dan memotivasi
penggunaan secara rutin. Studi-studi ini memberikan dasar ilmiah yang kuat
untuk mengembangkan praktik dan protokol fisioterapi yang lebih baik untuk
industri esport. Dengan mengadopsi
pendekatan ini, diharapkan peran fisioterapi dalam memberikan intervensi dan
edukasi dalam mendukung kesehatan dan kinerja pemain esport dapat ditingkatkan secara signifikan.
REFERENSI
Iqbal, M., & Simamora, Y. (2024).
Analisis Trend Perkembangan E-Sport dalam Pendidikan Olahraga. Jurnal Tunas Pendidikan, 6(2), 451-457.
Khudzaifah, K., Kristiyanto, A.,
Aprilijanto, T., & Riyadi, S. (2023). Analisis Esport Sebagai Cabang
Olahraga Baru. Prosiding Simposium
Nasional Multidisiplin (SinaMu), 4,
416-423.
Nggi, R. I. (2024). Aksiologi
Aksiologi Game Mobile Legends Bang Bang Sebagai Olahraga Non Fisik di Kota
Kupang. Jurnal Prestasi Olahraga, 7(3), 176-181.
Palma-Ruiz, J. M., Torres-Toukoumidis,
A., González-Moreno, S. E., & Valles-Baca, H. G. (2022). An overview of the
gaming industry across nations: using analytics with power BI to forecast and
identify key influencers. Heliyon, 8(2).
Komentar
Posting Komentar