DOWN SYNDROME

 

A. Definisi

Sindrom down atau disebut dengan down syndrome, merupakan adanya gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik yang tidak bisa disembuhkan, namun jika diberikan dukungan dan perhatian yang maksimal, maka mereka bisa tumbuh secara bahagia

B. Tanda dan Gejala

  • Telapak tangan yang hanya memiliki satu lipatan.
  • Mata miring ke atas dan ke luar.
  • Berat dan panjang saat lahir dibawah berat pada umumnya.
  • Mulut kecil.
  • Bagian hidung kecil dan tulang hidung rata.
  • Tangan lebar dengan ukuran jari yang pendek.
  • Bertubuh pendek.
  • Mempunyai kepala kecil.
  • Lidah menonjol keluar.
  • Terdapat jarak yang luas antara jari kaki pertama dan kedua.

C. Tipe 

Tiga Tipe Down Syndrome Yang Dapat Diketahui, Yaitu:

  1. Translocation. Tipe ini terjadi sekitar 4 pengidap down syndrome. Translocation merupakan tipe yang jarang terjadi yang mungkin diturunkan dari orang tua pada anak-anak.
  2. Mosaicism. Tipe yang paling jarang terjadi ini mempunyai kondisi yang lebih ringan dengan mengalami hambatan pertumbuhan yang sedikit.
  3. Trisomy 21. Tipe down syndrome trisomy 21 ini paling sering terjadi dan dialami lebih dari 90 persen orang pengidap down syndrome.

D. Penyebab

  • Mempunyai adik atau kaka dengan riwayat down syndrome.
  • Wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun.
  • Jika mempunyai bayi dengan down syndrome.
  • Usia ibu saat mengandung merupakan faktor yang bisa meningkatkan risiko mempunyai bayi dengan down syndrome.
  • Wanita yang mempunyai anak dengan down syndrome bisa berisiko melahirkan bayi dengan kondisi tersebut pada kehamilan berikutnya.
  • Faktor down syndrome lainnya adalah faktor keturunan.

E. Pengobatan

  • Mempunyai akses perawatan kesehatan yang baik.
  • Mengikuti program yang mendukung bagi anak pengidap down syndrome.
  • Mengikuti organisasi akan edukasi dan dukungan untuk bertukar informasi.
  • Mempunyai dan menjadi kehidupan keluarga senormal mungkin.

F. Referensi

https://www.halodoc.com/kesehatan/sindrom-down

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADI FISIOTERAPIS TANPA HARUS LULUS PENDIDIKAN FISIOTERAPI?

SERTIFIKASI LINTAS PROFESI

OKNUM FISIOTERAPIS OLAHRAGA ABAL-ABAL : MENGENCAM PERFORMA ATLET DAN PROFESI FISIOTERAPI INDONESIA